LayarSkor
Olahraga

Comeback ke Kroasia, Slaven Bilic Ikhlaskan Kepergian Modric dari Panggung Internasional

Maya Anggraini · 22 Juli 2026 pukul 04.40 · Sumber: Detik

Comeback ke Kroasia, Slaven Bilic Ikhlaskan Kepergian Modric dari Panggung Internasional

Babak baru dimulai bagi Timnas Kroasia. Slaven Bilic resmi kembali ke kursi kepelatihan negaranya, menggantikan Zlatko Dalic yang mundur setelah Kroasia gagal melaju jauh dan tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Bagi Bilic, ini merupakan periode kedua bersama tim nasional. Sebelumnya, pria berusia 57 tahun itu pernah menakhodai Kroasia pada rentang 2006 hingga 2012. Namun, kepulangannya kali ini datang bersamaan dengan sebuah kabar besar yang menyangkut sosok paling berpengaruh di ruang ganti.

Luka Modric, sang ikon, disebut-sebut telah mengambil keputusan untuk gantung sepatu dari level internasional pada awal Oktober nanti. Kehilangan mantan bintang Real Madrid itu tentu menjadi pukulan tersendiri, mengingat perannya sebagai panutan sekaligus pemain paling senior dan berpengalaman di skuad.

Meski demikian, Bilic memilih menghormati keputusan tersebut dan merelakan Modric mengakhiri kariernya bersama Kroasia. Ia bahkan melontarkan pujian setinggi langit untuk kapten timnas itu.

"Luka itu tidak sekadar seorang role model di Kroasia, dia itu seorang bintang global," ucap Bilic kepada AS. "Dia itu seorang pesepakbola yang unik, tidak banyak kepribadian yang seperti dia."

Mantan pelatih Besiktas dan West Ham United tersebut menambahkan, "Dia sudah memenangi Ballon d'Or, dia sudah mencapai puncak sepakbola, tapi dia itu masih seorang pria yang sangat normal, rendah hati, dan membumi."

Laga melawan Spanyol di Split dalam ajang UEFA Nations League pada 6 Oktober diperkirakan akan menjadi penampilan penutup bagi Modric di panggung internasional. Sepanjang dua dekade membela negaranya, ia mencatat lebih dari 200 penampilan dengan torehan 29 gol dan 32 assist.

Nama Modric juga tak bisa dilepaskan dari salah satu pencapaian terbesar Kroasia, yakni menembus final pertama mereka di Piala Dunia 2018, di mana ia berperan sebagai motor permainan.

Rekomendasi

Berita Bola Lainnya

Semua berita →