LayarSkor
Olahraga

Dani Olmo Ragukan Ketulusan Ayala, Sebut Permintaan Maaf Cuma Dalih

Wildan Saputro · 26 Juli 2026 pukul 23.00 · Sumber: Detik

Dani Olmo Ragukan Ketulusan Ayala, Sebut Permintaan Maaf Cuma Dalih

Ketegangan buntut final Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya mereda. Dani Olmo menanggapi dingin permintaan maaf yang dilontarkan Roberto Ayala, dan secara terbuka menyangsikan ketulusan asisten pelatih Timnas Argentina tersebut. Bagi penyerang Spanyol itu, apa yang disampaikan Ayala lebih terdengar seperti pembelaan diri ketimbang penyesalan yang jujur.

Insiden itu bermula di New York New Jersey Stadium pekan lalu. Suasana panas dipicu aksi Nahuel Molina yang memukul Rodri ketika sedang merayakan kemenangan, hingga percikan konflik menjalar ke sejumlah pemain lain. Olmo dan Ayala pun ikut terseret dalam kericuhan itu. Dalam video yang beredar luas, Ayala tampak mengarahkan tangannya ke leher Olmo, meski pemain Barcelona tersebut memilih untuk tidak membalas.

Berselang beberapa hari kemudian, Ayala angkat bicara melalui Valencia Capital Radio. Mantan pemain yang pernah membela River Plate, Napoli, AC Milan, Valencia, sampai Real Zaragoza itu menegaskan bahwa tindakannya bukan didasari niat buruk.

"Niat saya itu sekadar ke sana dan melerai mereka, tidak lebih. Saya ingin memisahkan mereka. Perkelahian itu harus selesai sekarang. Itu lebih kepada dorongan daripada hal lainnya; itu bukan pukulan. Itu adalah reaksi saya pada sesuatu hal yang telah dikatakan, tapi jika saya bertemu Olmo, saya akan minta maaf secara pribadi kepada dia," kata Ayala.

Namun pernyataan tersebut sama sekali tak melunakkan hati Olmo. Ia justru menilai Ayala tengah mencari-cari pembenaran alih-alih benar-benar mengakui kekeliruannya.

"Seseorang yang mengaku menyesal tetapi membenarkan pukulan dengan mengatakan itu adalah respons terhadap sebuah komentar, jelas tidak menyesal karena dia berbohong. Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya, jadi dia tidak perlu meminta maaf," ujar Olmo kepada Diari de Terrassa, sebagaimana dikutip ESPN.

"Apa yang benar-benar mendefinisikan kita bukanlah kesalahan, tetapi keberanian untuk mengakuinya dengan kerendahan hati, kejujuran, dan martabat," lanjutnya.

Olmo menekankan pentingnya perilaku sebagai contoh bagi generasi muda. "Ketika anak-anak saya, keluarga saya, dan semua penggemar menonton pertandingan, saya ingin mereka bangga dengan bagaimana kami berkompetisi, bagaimana kami menang, dan yang terpenting, dengan perilaku kami, karena pentingnya sepak bola berarti bahwa kami para pemain adalah contoh bagi anak-anak dan generasi baru, dan itu membawa tanggung jawab yang besar," tegasnya.

Sikap para pemain serta ofisial Argentina seusai laga menuai kritik tajam dari publik. Mereka dianggap gagal menerima kekalahan dengan lapang dada, terlebih setelah tampil di bawah performa sepanjang pertandingan.

Rekomendasi

Berita Bola Lainnya

Semua berita →