Diganjar Larangan 10 Tahun oleh KFA, Begini Sikap Shin Tae-yong
Bimo Setiawan · 23 Juli 2026 pukul 22.40 · Sumber: Detik

Kabar mengejutkan datang dari Negeri Ginseng. Shin Tae-yong, yang kini menukangi Persija Jakarta, dijatuhi sanksi berat oleh Asosiasi Sepakbola Korea (KFA). Ia dilarang terlibat dalam segala bentuk aktivitas sepakbola di tanah kelahirannya selama sepuluh tahun ke depan.
Mengutip pemberitaan media lokal Channel A, hukuman disiplin ini berakar dari kontroversi yang muncul saat Shin menangani Ulsan HD pada rentang Agustus hingga Oktober 2025. Sejumlah pemain dilaporkan merasa tidak nyaman dengan gaya kepelatihannya yang dianggap keras, termasuk dugaan tindakan seperti menampar. Kala itu, Shin menegaskan bahwa perlakuan semacam itu merupakan hal lumrah dan dilakukan tanpa niat buruk.
Tidak hanya persoalan tersebut, muncul pula dugaan bahwa Shin sempat pergi bermain golf di tengah padatnya jadwal kompetisi. Menanggapi berbagai laporan itu, KFA lantas menggandeng Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk melakukan investigasi. Hasil penyelidikan kini telah dirilis, dan Shin harus menanggung konsekuensi berupa larangan panjang tersebut, termasuk larangan melatih klub di Korea Selatan.
Menanggapi keputusan itu, Shin Tae-yong menilai sanksi yang diterimanya tidak adil. Meski demikian, ia memilih menahan diri untuk tidak membeberkan persoalan secara terbuka.
"Ada banyak aspek yang terasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenaran. Tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana (sepakbola) domestik juga sedang tidak baik," ungkapnya.
Shin menyatakan tengah mempertimbangkan langkah banding atas keputusan tersebut. Yang jelas, sanksi ini hanya berlaku di wilayah Korea Selatan dan sama sekali tidak memengaruhi statusnya sebagai pelatih Persija Jakarta saat ini.





