Infantino Balas Keras Para Pengkritik: Sementara Kalian Sembunyi, FIFA di Garis Depan
Bimo Setiawan · 28 Juli 2026 pukul 00.40 · Sumber: Detik

Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah melayangkan pesan perpisahan yang penuh emosi terkait Piala Dunia 2026. Dalam tulisannya, ia tak hanya menyampaikan kata-kata menyentuh, tetapi juga membalas telak pihak-pihak yang selama ini gemar melontarkan kritik.
Mengutip situs resmi FIFA, surat tersebut dipublikasikan dengan judul 'FIFA World Cup 2026TM: FIFA President message'. Infantino membuka tulisannya dengan nada penuh perasaan, menyapa mereka yang mendambakan keindahan sepak bola beserta segala emosi di dalamnya.
"Kepada semua yang merindukan permainan indah, emosi, perayaan, tawa, tangisan, tipu daya, dan kegembiraan. Kepada semua yang merindukan menyaksikan anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul untuk permainan indah ini, saya minta maaf karena pertandingan telah berakhir dan maaf karena Anda melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu. Maaf karena Anda begitu terbuai oleh kebencian dan kritik sehingga Anda melewatkan semuanya," tulisnya.
Sindiran keras kemudian ia arahkan kepada mereka yang menurutnya hanya menebar kebencian dari balik layar. Infantino menegaskan bahwa FIFA justru berada di lapangan, bekerja keras memberikan yang terbaik.
"Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas mereka, di balik layar mereka yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan, mengatur, bekerja keras, dan memberikan pertunjukan terbaik di dunia," lanjutnya.
"Sementara Anda bersembunyi, kami menjelajahi jalan-jalan di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, berbicara dengan penggemar, berinteraksi dengan orang-orang, dan memastikan keselamatan semua orang. Sementara Anda memecah belah, kami bersatu. Orang-orang berkumpul sebagai keluarga, sebagai penggemar, sebagai satu kesatuan," tambahnya.
Infantino juga mengakui adanya sejumlah kontroversi selama turnamen, salah satunya soal kartu merah Balogun yang dianulir sehingga pemain tersebut tetap bisa bermain. Namun, ia menilai keputusan semacam itu bukanlah hal yang aneh.
"Ketidakpuasan Anda terhadap beberapa keputusan yang dibuat oleh otoritas yang berwenang dapat dimengerti, tetapi silakan merujuk pada catatan publik: keputusan seperti itu umum terjadi di beberapa liga terpenting," ungkapnya.
"Memang, keputusan wasit yang 'diperdebatkan' atau keputusan disiplin yang 'aneh' seperti misalnya kartu merah atau kuning yang berpotensi salah atau keputusan selanjutnya untuk tidak melarang pemain dalam situasi tertentu adalah hal yang rutin dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di dunia. Anehnya, negara-negara yang menerapkan praktik-praktik ini adalah negara-negara yang mengkritik," tuturnya.
Di bagian penutup, Infantino berharap semua pihak dapat berlapang dada menerima hasil yang ada. Baginya, sepak bola pada akhirnya adalah kekuatan yang mampu menyatukan umat manusia.
"Karena hanya permainan indah ini yang dapat menghadirkan pertunjukan luar biasa seperti ini, pertunjukan di mana semua orang menjadi satu dan terhubung kembali sebagai manusia. Kepada pena dan kertas, kepada semua layar, semoga kalian menemukan cinta dan kedamaian di tempat yang tidak dapat ditemukan oleh orang-orang di belakang kalian," katanya.
"Semoga kalian menemukan kedamaian; kami di FIFA telah menemukan kedamaian kami dan kami menyampaikannya, dengan menyelenggarakan Piala Dunia FIFA yang paling luar biasa. Semoga sepak bola mengatasi semua kebencian. Akhirnya, saya sangat bangga, sebagai Presiden FIFA, telah berkontribusi, meskipun sedikit, pada acara ini. Ini perasaan yang luar biasa!" tutupnya.





