Kejutan Tanjung Verde Jadi Cermin Beratnya Jalan Spanyol ke Trofi Piala Dunia
Dimas Anggara · 23 Juli 2026 pukul 21.40 · Sumber: Detik

Spanyol akhirnya menorehkan namanya kembali di puncak sepakbola dunia. La Furia Roja mengangkat trofi Piala Dunia keduanya usai menekuk Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai puncak yang berlangsung di New York New Jersey Stadium.
Sepanjang turnamen Piala Dunia 2026, pasukan Marc Cucurella dan kawan-kawan menunjukkan konsistensi luar biasa. Dari total delapan laga yang dijalani, Spanyol menyapu tujuh kemenangan dan hanya sekali kebobolan. Sebuah catatan pertahanan yang nyaris sempurna sekaligus bukti dominasi mereka di lapangan.
Yang membuat pencapaian ini kian mengesankan adalah deretan lawan tangguh yang berhasil dilewati. Sebut saja Portugal dengan ketajaman Cristiano Ronaldo, Prancis yang mengandalkan kecepatan Kylian Mbappe, hingga Argentina yang dikomandoi sang legenda Lionel Messi.
Namun di tengah rentetan kemenangan itu, ada satu nama yang justru mencuri perhatian: Tanjung Verde. Tim debutan di panggung Piala Dunia ini sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga pembuka fase grup, sebuah hasil yang sulit dibayangkan sebelumnya.
Padahal dalam pertandingan tersebut, Spanyol tampil begitu mendominasi. Anak asuh Luis de la Fuente melepaskan 23 tembakan dengan enam mengarah ke gawang, serta menguasai bola hingga 74 persen. Sayangnya, penampilan gemilang kiper Vozinha di bawah mistar membuat serangan Lamine Yamal dan rekan-rekannya mentok.
Bagi Luis de la Fuente, laga melawan Tanjung Verde menjadi momen yang sangat berarti. Ia menilai hasil imbang itu justru membuka mata para pemainnya akan betapa beratnya tantangan di Piala Dunia 2026.
"Tanjung Verde membawa kami kembali ke kenyataan, mengingatkan kami akan tantangan yang dihadapi. Konsep Piala Dunia, yang menurut saya sama sekali berbeda dengan Piala Eropa, sangat jauh dari kompetisi sebenarnya," ujar Luis de la Fuente seperti dikutip dari Marca.
Sang pelatih juga menyoroti kematangan timnya saat menghadapi lawan-lawan lain. "Melawan Arab Saudi menegaskan bahwa ketika Anda menyadari kesulitannya, Anda perlu tetap tenang dan percaya diri. Kemudian menghadapi Uruguay, saya ingin menyoroti kedewasaan tim dan penolakan kami untuk jatuh ke dalam perangkap mereka. Kami menunjukkan ketenangan dan bakat sepakbola," tutupnya.





