Kisah Haura, 'Ms Espana' yang Bangga Melihat Pau Cubarsi Angkat Trofi Piala Dunia 2026
Dimas Anggara · 21 Juli 2026 pukul 10.00 · Sumber: Detik

Nama Pau Cubarsi kini bersinar di panggung tertinggi sepakbola dunia. Bek muda Barcelona berusia 19 tahun itu menjadi tulang punggung lini belakang Timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2026. Tim Matador memastikan gelar setelah menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7).
Sepanjang turnamen, ketangguhan Cubarsi mengawal pertahanan tak luput dari sorotan. Ia bahkan dianugerahi gelar Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian luar biasa untuk pesepakbola seusianya.
Bagi publik sepakbola Tanah Air, sosok Cubarsi bukanlah nama yang benar-benar baru. Dua tahun sebelumnya, ia sempat merumput di Indonesia bersama Spanyol pada gelaran Piala Dunia U-17 2023. Kala itu usianya masih 16 tahun dan penampilannya sudah menyita perhatian.
Salah satu orang yang menyaksikan langsung perjalanan awal Cubarsi di Indonesia adalah Haura Najmakamila. Lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia ini bertugas sebagai Liaison Officer (LO) Timnas Spanyol U-17, sebuah peran yang ia dapatkan setelah mendaftar dan kemudian ditunjuk langsung oleh FIFA serta PSSI untuk mendampingi La Rojita.
Selama mendampingi skuad asuhan Jose Lana, Haura menjalani beragam tugas. Ia menjadi jembatan tim dalam urusan koordinasi, akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan medis. Tak jarang ia juga menemani pemain dan ofisial yang ingin berbelanja, memangkas rambut, atau bahkan menjahit pakaian.
Interaksi intens dengan para pemain remaja Spanyol membuat kedekatan terjalin. Haura yang pernah berkarier di Kedutaan Besar Spanyol dan fasih berbahasa Spanyol maupun Rusia itu bahkan mendapat julukan akrab 'Ms Espana', karena hampir seluruh urusan tim di luar lapangan mesti dikoordinasikan lewat dirinya.
"Orang-orang Spanyolnya juga nggak yang sombong jadi kalau ada apa-apa pasti aku diajakin bareng mereka; mereka mau makan aku diajak duduk bareng, mau nongkrong aku diajak, lihat aku lagi nggak sibuk mereka nyamperin buat ngobrol," ujar Haura saat dihubungi detikSport.
Ia juga mengenang bagaimana para pemain menaruh hormat pada pekerjaannya. "Kalau orang Spanyolnya dikasih tau apa sama panitia, juga suka bilang 'bilangnya ke LO kita Haura ya', dan kalau aku ngasih mereka instruksi, mereka suka bercanda bilang 'Si, señorita' atau 'Claro que si, jefa', tapi tetap selalu mengikuti apa yang aku bilang, jadi mereka respect banget sama kerjaan kami," tambahnya.
Baginya, skuad Spanyol U-17 selalu bersikap rendah hati dan santun. Maka tak heran, kabar bahwa Cubarsi kini menembus level senior membuatnya bahagia. "Dari pas tahu Pau masuk ke tim utama Timnas Spanyol sudah senang sekali, seperti melihat anak sendiri grown up, soalnya kan aku melihat pemain pas U-17 mirip bocil-bocil semua," tutur Haura.
Rasa keterikatan itu terus terbawa hingga Piala Dunia 2026. "Setiap match selama Piala Dunia 2026 pas Spanyol main aku nyariinnya Cubarsi terus, soalnya ingat pas lawan Jerman di Piala Dunia U-17 kiper Raul Jimenez kena kartu merah. Pau Cubarsi langsung dijadiin kiper, mana pas kasih gloves sama kaos ke Pau itu semuanya pada frantic dan panic karena buru-buru," kenangnya.
Spanyol memang kandas 0-1 dari Jerman di perempatfinal Piala Dunia U-17 2023 yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS). Namun laga itu meninggalkan momen tak terlupakan saat Cubarsi mendadak berdiri di bawah mistar menjelang akhir pertandingan.
Siapa sangka, penjaga gawang dadakan di JIS itu kini justru mengantar Spanyol menjadi kampiun Piala Dunia 2026. Sebuah kepingan kisah perjalanan karier yang begitu memikat dari seorang Pau Cubarsi.





