Meski Kalah dari Argentina, Gol Ajaib Lopes Cabral Rebut Predikat Terbaik Piala Dunia 2026
Larasati Widya · 27 Juli 2026 pukul 17.40 · Sumber: Detik

Tanjung Verde kembali mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026, kali ini bukan lewat kemenangan, melainkan sebuah gol yang memukau seluruh dunia. Aksi individu Sidny Lopes Cabral saat menaklukkan pertahanan Argentina resmi dinobatkan sebagai gol terbaik turnamen berdasarkan hasil pemungutan suara para penggemar.
Momen istimewa itu lahir di babak 32 besar, ketika Tanjung Verde harus berhadapan dengan raksasa Amerika Selatan, Argentina. Pertandingan berjalan ketat hingga memasuki babak perpanjangan waktu. Pada menit ke-103, Lopes Cabral tampil menjadi pahlawan sesaat dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Golnya benar-benar berkelas. Dari sisi kiri lapangan, ia lebih dulu memperdaya Alexis Mac Allister sebelum melepaskan sepakan terukur menggunakan kaki kanan. Bola meluncur melengkung sempurna, menghujam pojok atas gawang Argentina tanpa mampu dijangkau kiper.
Sayangnya, keindahan gol tersebut tak cukup mengubah nasib Tanjung Verde. Mereka akhirnya menyerah dengan skor 2-3 dari Argentina. Kekalahan itu tak menghapus jejak istimewa Lopes Cabral, sebab golnya justru mendapat pengakuan tertinggi lewat voting sebagai Gol Terbaik Piala Dunia 2026.
FIFA sebelumnya menyodorkan 12 nominasi gol terbaik kepada publik, dengan proses pemungutan suara ditutup pada Senin (27/7/2026). Gol Lopes Cabral berhasil mengumpulkan dukungan terbanyak, mengalahkan torehan Eldor Shomurodov (Uzbekistan) ke gawang RD Kongo serta tembakan keras Wilson Isidor (Haiti) kala menghadapi Maroko.
Lopes Cabral pun menceritakan kembali detik-detik saat mencetak gol legendaris tersebut. "Momen ketika saya melewati lawan, saya melihat peluang dan berpikir, 'Dicoba saja'. Saya menembak dengan baik dengan kedua kaki. Saya melihat ruang dan mengincar pojok atas. Saya membidiknya dan menendang bola dengan sangat baik," ujarnya di situs resmi FIFA.
"Ketika saya melihatnya menuju pojok atas, saya berpikir, 'Apa yang baru saja saya lakukan?'. Saya tidak percaya. Saya melihat ke teman-teman setim -- semuanya berteriak, memegang kepalanya, gembira banget," lanjutnya.
Baginya, mencetak gol seindah itu di panggung sebesar Piala Dunia adalah pencapaian yang melampaui mimpi. "Saya mulai lari tanpa berpikir. Kemudian saya sadar kalau saya mencetak gol spektakuler di Piala Dunia. Semua orang bermimpi mencetak gol di Piala Dunia, tapi mencetak gol dengan cara ini, di panggung besar melawan tim besar, itu luar biasa. Saya senang banget," tutupnya.





