Panggung Piala Dunia 2030 Siap Sajikan Perang Taktik Zidane, Guardiola, dan Klopp
Bimo Setiawan · 23 Juli 2026 pukul 04.40 · Sumber: Detik

Meski Piala Dunia 2030 masih menyisakan waktu empat tahun, isu di balik layar sudah mulai memanas. Sejumlah nama besar di dunia kepelatihan dikait-kaitkan untuk mengambil alih kendali beberapa timnas papan atas Eropa, membuka peluang lahirnya duel taktik yang menggiurkan.
Prancis menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Setelah menutup langkah di posisi keempat pada Piala Dunia 2026, Les Bleus resmi mengakhiri kerja samanya dengan Didier Deschamps. Estafet kepelatihan pun jatuh ke tangan Zinedine Zidane. Menurut kabar yang beredar, federasi sepakbola Prancis (FFF) telah merampungkan seluruh urusan administrasi, dan pengumuman resmi Zidane sebagai nakhoda baru tinggal menunggu waktu. Reputasi Zidane sebagai pelatih tak perlu diragukan, mengingat torehannya bersama Real Madrid berupa tiga trofi Liga Champions dan dua gelar LaLiga.
Drama serupa juga terjadi di kubu Jerman. Nama Juergen Klopp santer disebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Julian Nagelsmann. Proses negosiasi antara Klopp dan federasi sepakbola Jerman dilaporkan masih terus berjalan. Ketertarikan Klopp untuk menangani Die Mannschaft memang cukup nyata. Rekam jejaknya di level klub pun mentereng, dengan sederet kesuksesan bersama Borussia Dortmund dan Liverpool.
Sementara itu, Italia sedang berupaya keras merayu Pep Guardiola. Dilansir dari Sky Sports, delegasi federasi sepakbola Italia (FIGC) bahkan sampai terbang ke Barcelona demi bertemu langsung dengan sang pelatih. Pembicaraan berlangsung selama tiga hari, meski hingga kini belum ada kata sepakat. Kabarnya, FIGC siap menggelontorkan dana besar untuk membayar gaji Guardiola demi memoles Gli Azzurri. Guardiola sendiri telah mengoleksi hampir semua gelar bergengsi, baik domestik maupun antarklub, bersama Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City.
Kini publik sepakbola hanya bisa menanti kepastiannya. Akankah nama-nama besar tersebut benar-benar duduk di bangku pelatih timnas yang mengincar mereka, atau justru muncul kejutan lain yang tak terduga menjelang Piala Dunia 2030?





