Pelukan Messi untuk Yamal di Final Piala Dunia 2026 dan Pesan yang Menyentuh Hati
Maya Anggraini · 22 Juli 2026 pukul 02.20 · Sumber: Detik

Akhir final Piala Dunia 2026 menyisakan sebuah adegan penuh emosi. Di tengah suasana lapangan yang memanas, Lionel Messi menghampiri Lamine Yamal, memeluknya, sekaligus membisikkan pesan yang belakangan diungkap sang pemain muda Spanyol.
Spanyol memastikan gelar juara setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada akhir pekan lalu. Gol tunggal dicetak oleh Ferran Torres, pemain yang masuk dari bangku cadangan dan menjebol gawang lawan di babak perpanjangan waktu. Kemenangan itu mengantarkan Tim Matador merengkuh trofi Piala Dunia untuk kali kedua, menyusul keberhasilan mereka pada 2010.
Namun tak semuanya berjalan mulus. Sebelum seremoni penyerahan piala digelar, terjadi keributan yang melibatkan para pemain dari kedua kubu. FIFA disebut akan menyelidiki insiden tersebut, sehingga membuka kemungkinan sanksi bagi pihak-pihak yang dinilai bersalah.
Di tengah ketegangan itulah momen berbeda justru tercipta. Kapten Argentina, Lionel Messi, memilih menghampiri dan memeluk bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Sang winger Barcelona pun kini menyandang status juara Eropa sekaligus juara dunia, padahal usianya baru menginjak 19 tahun.
Banyak pihak menafsirkan pelukan itu sebagai simbol Messi menyerahkan tongkat estafet masa depan sepak bola kepada Yamal. Bagi Yamal sendiri, yang selama ini kerap disandingkan dengan peraih Ballon d'Or delapan kali tersebut, momen itu terasa begitu berarti.
"Dia mengatakan kepadaku agar terus mengikuti jalanku sendiri dan masa depannya milik generasi kami," ucap Yamal sebagaimana dikutip Metro.
"Kata-kata tersebut sama berharganya dengan medali emas yang menggantung di leherku," lanjutnya.
Yamal bahkan mengaku sulit membayangkan pencapaiannya bisa terjadi secepat ini. "Jika ada seseorang yang bilang kepadaku beberapa tahun lalu bahwa aku akan berada di sini mengangkat trofi Piala Dunia setelah bermain melawan Lionel Messi, aku akan berpikir bahwa mereka itu sudah gila," tuturnya.





