Rebutan Panas: Morgan Rogers Pilih Chelsea, Terry Ledek Arsenal Soal Sejarah Liga Champions
Larasati Widya · 23 Juli 2026 pukul 00.40 · Sumber: Detik

Drama perburuan Morgan Rogers akhirnya berakhir dengan kejutan. Gelandang muda yang lama dikaitkan dengan Arsenal itu justru menyeberang ke rival sekota, Chelsea. Legenda The Blues, John Terry, langsung memanfaatkan momen ini untuk melempar sindiran ke arah tim asuhan Mikel Arteta tersebut.
Rogers sebelumnya digadang-gadang menjadi buruan nomor satu Arsenal pada bursa transfer musim panas ini. Penampilan apiknya bersama Aston Villa sepanjang musim lalu membuat namanya menjadi rebutan. Namun Chelsea bergerak lebih cepat dan berhasil menyalip Arsenal dalam perlombaan mendapatkan tanda tangan pemain berusia 23 tahun itu.
Usai menuntaskan tugasnya bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Rogers menjalani tes medis di Chelsea pada Senin (20/7/2026). Hanya berselang sehari, The Blues mengumumkan kepindahan sang gelandang secara resmi. Untuk membawanya ke Stamford Bridge, Chelsea dilaporkan merogoh kocek hingga 117 juta paun, sebuah angka yang tercatat sebagai rekor transfer baru di Inggris.
Dalam pernyataan perdananya bersama klub baru, Rogers menyebut Chelsea sebagai 'klub terbesar di London'. Ia turut mengungkapkan bahwa sosok Xabi Alonso memegang peranan penting dalam keputusannya bergabung.
Terry pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengejek Arsenal. Menurutnya, Rogers paham betul klub London mana yang punya rekam jejak menjuarai Liga Champions. "Dia jelas gabung klub yang punya potensi juara Liga Champions dan punya sejarah juara Liga Champions, karena itu dia memilih kami ketimbang London merah, Piers," ujar Terry dalam program Piers Morgan Uncensored, seperti dilansir Metro.
"Sejujurnya, kalau jadi dia, Anda mungkin memilih Arsenal jadi harganya pasti cukup tinggi. Tapi saya senang memilikinya, saya kira dia pemain yang bagus," tambahnya.
Meski demikian, Rogers harus menerima kenyataan bahwa Chelsea absen dari seluruh kompetisi Eropa pada musim 2026/27. Cole Palmer dan kawan-kawan hanya finis di posisi ke-10 klasemen Premier League musim lalu, sehingga tak lolos ke ajang kontinental.





