Sepakbola Bukan Barang Dagangan, Andy Burnham Tolak Keras Ide FIFA Lepas Piala Dunia ke Investor
Gani Prayoga · 28 Juli 2026 pukul 22.20 · Sumber: Detik

Gelombang penolakan terhadap langkah bisnis terbaru FIFA terus membesar. Kali ini suara lantang datang dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, yang secara terbuka menentang gagasan menjadikan Piala Dunia sebagai komoditas bagi para investor.
Semuanya berawal dari pengumuman FIFA soal pembentukan badan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Lembaga ini dirancang untuk menyatukan seluruh urusan komersial FIFA sekaligus penyelenggaraan turnamen-turnamennya. Yang memantik kontroversi, FFE dibuka bagi masuknya investor, yang berarti FIFA siap melepas sebagian kepemilikannya.
Rencana tersebut langsung menuai reaksi keras. Federasi Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) menjadi salah satu pihak pertama yang bersuara, dengan menegaskan bahwa sepakbola bukanlah aset yang pantas diperdagangkan.
Burnham, yang dikenal sebagai pendukung setia Everton, tak mau ketinggalan menyampaikan keberatannya. Ia menyebut sepakbola sepenuhnya milik para pendukung yang setiap pekan memenuhi tribune, tanpa peduli cuaca.
"Izinkan saya mengatakannya secara gamblang. Sepakbola itu bukan untuk para investor. Itu milik orang-orang yang mengisi tribune dan berdiri di tepi lapangan dari pekan ke pekan, hujan maupun panas," ujar Burnham seperti dilansir ESPN.
Ia menambahkan bahwa Piala Dunia memiliki nilai yang jauh melampaui sekadar barang komersial. "Piala Dunia itu bukan produk. Itu kompetisi terhebat di dunia olahraga dan tak pernah jadi milik siapapun untuk dijual. Kemas penjualan itu sesukamu. Saat Anda menjual sebagian darinya, Anda sudah mengkhianati prinsip."
"Sepakbola itu milik para suporter. Selalu begitu dan akan tetap begitu," tegasnya menutup kritik.





