Sportivitas Lisandro Martinez: Puji Spanyol Usai Argentina Takluk di Final Piala Dunia 2026
Larasati Widya · 23 Juli 2026 pukul 01.40 · Sumber: Detik

Kekecewaan tak lantas menghapus kelas seorang Lisandro Martinez. Usai Argentina gagal mempertahankan trofi Piala Dunia di edisi 2026, sang bek justru memilih menunjukkan sisi sportif dengan menulis pesan panjang untuk para pendukung Tim Tango.
Argentina harus menyerah 0-1 dari Spanyol dalam laga puncak yang berlangsung sengit hingga babak perpanjangan waktu. Bagi Lionel Messi dan kawan-kawan, kekalahan ini menutup harapan mereka untuk kembali mengangkat piala paling didambakan sejagat.
Di partai final tersebut, Martinez sempat tampil sebagai starter. Namun nasib kurang berpihak kepada pemain Manchester United itu. Ia terpaksa ditarik keluar lapangan pada menit ke-44 lantaran mengalami cedera.
Melalui akun media sosialnya, Martinez menumpahkan seluruh perasaannya. Ia menuliskan rasa sakit yang menggerogoti jiwanya karena tak mampu membawa pulang gelar, namun berpadu dengan kebanggaan tanpa batas mengenakan seragam Albiceleste.
"Dengan rasa sakit di jiwaku karena tidak bisa membawa pulang piala yang kita semua inginkan, tapi dengan rasa bangga yang sepenuhnya saya tunjukkan untuk seragam ini, untuk teman-teman setim, staf pelatih, direktur, staf medis, para koki, kit men, dan setiap orang yang terlibat dalam menyukseskan semua ini," tulisnya.
Ia juga tak lupa berterima kasih kepada para suporter yang selalu mengalirkan cinta, kekuatan, dan semangat sebagai ciri khas kekompakan bangsa Argentina yang ia harap terus abadi.
Yang paling menonjol, Martinez dengan lapang dada mengakui keunggulan sang lawan. "Saya ingin memberi selamat kepada Spanyol atas gelar juara yang memang pantas didapatkan," ucapnya.
Bek berjuluk The Butcher itu turut menyampaikan pesan kepada masyarakat Argentina bahwa hasil akhir tak mendefinisikan perjalanan panjang yang telah mereka lalui. "Kami melewati kesulitan, menjadikan yang mustahil menjadi mungkin, dan tidak pernah mencari alasan, hanya menemukan alasan untuk jalan terus," tulisnya.
Menurutnya, membela lambang negara jauh melampaui apa yang terjadi di atas lapangan. Momen-momen bersama timnas, keluarga, serta dukungan penuh seluruh rakyat Argentina menjadi kebanggaan yang tak ternilai baginya.
Sebagai penutup, Martinez meninggalkan kalimat yang penuh makna. "Ingatlah bahwa 'kejatuhan orang-orang hebat adalah kebahagiaan para medioker'," pungkasnya.





