Tutup Karier di Puncak: Slavko Vincic Gantung Peluit usai Final Piala Dunia 2026
Wildan Saputro · 27 Juli 2026 pukul 18.00 · Sumber: Detik

Slavko Vincic memilih mengakhiri perjalanan panjangnya sebagai pengadil lapangan hijau. Di usia 46 tahun, wasit kelahiran Slovenia itu memutuskan pensiun, dan partai puncak Piala Dunia 2026 tercatat sebagai laga terakhir yang ia pimpin.
Keputusan gantung peluit tersebut disampaikan langsung oleh Asosiasi Sepakbola Slovenia. Dalam pernyataannya, badan sepakbola negara itu menyebut Vincic menutup babak bersejarah dari kariernya. "Sepekan usai final Piala Dunia di Amerika Serikat, Slavko Vincic secara resmi menutup karier perwasitannya yang bersejarah di puncak dunia," demikian bunyi keterangan yang dikutip ESPN, Senin (27/7).
Perjalanan Vincic di dunia perwasitan dimulai sejak 2007. Tiga tahun setelahnya, tepatnya pada 2010, ia resmi mengantongi lisensi FIFA. Sejak saat itu, namanya kerap muncul di panggung-panggung besar, mulai dari Piala Eropa 2020, Piala Dunia 2022, Piala Eropa 2024, hingga yang terakhir Piala Dunia 2026.
Di level klub Eropa, reputasinya juga tak perlu diragukan. Ia dipercaya memimpin final Liga Europa 2022 yang mempertemukan Eintracht Frankfurt dengan Rangers. Dua musim berselang, ia kembali mendapat kehormatan memimpin partai puncak Liga Champions antara Borussia Dortmund melawan Real Madrid.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Vincic mendapat jatah memimpin empat pertandingan, dengan puncaknya laga final antara Spanyol dan Argentina. Sejumlah keputusannya di partai itu menuai pujian, namun tak sedikit pula yang menuai tanda tanya.
Salah satu sorotan adalah keputusannya membiarkan para pemain Argentina bermain keras sepanjang laga, sebelum akhirnya mengeluarkan kartu merah untuk Enzo Fernandez menjelang akhir babak kedua. Ia juga menuai kontroversi ketika menganulir gol Nico Williams pada babak tambahan, hanya beberapa menit sebelum Ferran Torres memastikan kemenangan Spanyol.
Tak berhenti di situ, Vincic dinilai kurang tegas saat meredam keributan yang pecah usai pertandingan. Ia bahkan tidak menjatuhkan hukuman kepada Leandro Paredes maupun Nahuel Molina yang disebut menjadi pemicu keributan, meski insiden tersebut pada akhirnya masuk dalam investigasi FIFA.





