UEFA Murka, Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Dinilai Lampaui Batas
Dimas Anggara · 28 Juli 2026 pukul 16.20 · Sumber: Detik

Sebuah rencana besar yang tengah digodok FIFA memicu gelombang penolakan dari benua Eropa. Menurut laporan The Times, Presiden FIFA Gianni Infantino disebut menyiapkan proposal untuk melego sebagian saham Piala Dunia kepada pihak swasta.
Inti dari proposal itu adalah pembentukan sebuah entitas bisnis baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan inilah yang nantinya diberi mandat mengelola turnamen-turnamen paling prestisius milik FIFA, mulai dari Piala Dunia hingga Piala Dunia Antarklub.
Dalam skema tersebut, FIFA tetap dipertahankan sebagai pemegang saham mayoritas. Namun, sebagian porsi kepemilikan bakal dilepas ke investor swasta dengan taksiran nilai mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp362 triliun. Kabarnya, sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan dengan Presiden AS Donald Trump turut dimintai pandangan soal rencana ini.
Jika gagasan pria berusia 56 tahun itu benar-benar terwujud, maka Piala Dunia berpotensi berada di bawah kendali perusahaan di luar FIFA. Padahal, FIFA sendiri berstatus sebagai organisasi nirlaba yang terdaftar sebagai badan amal di Swiss.
UEFA sebagai otoritas tertinggi sepakbola Eropa langsung bersuara lantang menentang wacana tersebut. Mereka menilai membentuk perusahaan swasta untuk mengatur turnamen internasional adalah tindakan yang sudah kelewat batas.
"Ini melanggar batasan yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepakbola," tulis UEFA dalam pernyataan resminya, Selasa (28/7/2026) malam WIB. "UEFA menanggapinya dengan sangat serius. Begitu pula setiap Asosiasi-asosiasi Sepakbola Nasional. Begitu pula setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, pendukung, pemerintah, dan semua orang yang peduli dengan masa depan permainan ini."
UEFA menegaskan bahwa sepakbola bukanlah komoditas yang bisa diperjualbelikan. "Jiwa dan tata kelola sepakbola bukanlah aset untuk diperdagangkan -- terutama dengan transparansi nol mengenai siapa yang diuntungkan secara finansial. Kita semua bukan pemilik sepakbola. Bukan hak FIFA buat menjual itu," tegasnya.
Di sisi lain, Piala Dunia memang selalu menjadi mesin uang yang luar biasa bagi FIFA. Pada gelaran 2026, FIFA berhasil mengantongi keuntungan hingga 15 miliar dolar AS atau setara Rp269 triliun, angka yang melonjak dua kali lipat dibanding edisi sebelumnya.





