Unik! Ruiz dan Gavi Dihadiahi Tomat Seberat Tubuh Mereka Usai Juara Piala Dunia
Guntur Wibowo · 23 Juli 2026 pukul 00.54 · Sumber: The Bbc

Meraih trofi Piala Dunia biasanya membuka pintu berbagai penghargaan bagi para pemain. Namun, mendapat hadiah berupa tomat seberat tubuh sendiri jelas termasuk salah satu bentuk apresiasi yang paling nyeleneh.
Itulah yang dialami dua gelandang timnas Spanyol, Fabian Ruiz dan Gavi, saat mereka pulang ke kampung halaman setelah menjadi bagian dari skuad La Roja yang berjaya di turnamen di Amerika Utara. Keduanya berasal dari Los Palacios y Villafranca, sebuah kota di selatan Seville yang berpenduduk kurang dari 40.000 jiwa.
Pada Rabu, kedua pemain kembali ke kota tersebut untuk menghadiri resepsi resmi di balai kota. Ruiz, yang membela Paris St-Germain dan tampil sejak menit awal di final melawan Argentina, bersama Gavi dari Barcelona, mengenakan medali emas mereka saat disambut para pejabat setempat dan kerumunan warga yang antusias.
Sebagai bagian dari acara penghormatan itu, keduanya diminta menaiki timbangan untuk menentukan berapa banyak tomat yang akan mereka terima. Ruiz tercatat akan mendapat 85 kilogram, sedangkan Gavi 68,5 kilogram. Menurut pejabat setempat, tradisi ini "telah menjadi ciri khas kota dalam menghormati atlet-atlet besarnya".
Turut hadir pula mantan sayap timnas Spanyol, Jesus Navas, yang merupakan pemain pertama asal Los Palacios y Villafranca yang menjuarai Piala Dunia, yakni pada 2010. Navas, eks penyerang Manchester City itu, bersama Ruiz juga pernah menerima hadiah tomat setelah Spanyol menjuarai Euro 2024.
Gedung olahraga kota tersebut telah dinamai sesuai nama Navas. Kini, sejumlah lapangan sepak bola akan diganti namanya dengan nama Ruiz dan Gavi sebagai penghargaan atas prestasi mereka.
"Selain itu, balai kota akan mendorong pembangunan monumen yang didedikasikan untuk ketiga juara asal Los Palacios," bunyi pernyataan dewan kota.
"Dengan cara ini, dewan kota ingin memberikan penghormatan abadi kepada tiga atlet yang mewakili kebanggaan seluruh kota, dan yang melalui perjalanan olahraga serta kemanusiaan mereka, telah menjadi panutan bagi banyak generasi anak-anak dan kaum muda."





