Yunani Rekrut Kakak Sam Konstas demi Mimpi Lolos Piala Dunia T20 2028
Reza Kurniawan · 28 Juli 2026 pukul 22.30 · Sumber: The Bbc

Yunani mengambil langkah tak terduga dalam ambisinya menembus panggung kriket dunia. Tim nasional negara itu memanggil Billy Konstas, kakak dari batter Australia Sam Konstas, sebagai bagian dari persiapan menuju babak kualifikasi Piala Dunia T20 putra 2028.
Billy, yang berusia 24 tahun atau empat tahun lebih tua dari Sam, dikabarkan masuk dalam skuad berisi 14 pemain untuk ajang kualifikasi Eropa yang digelar di Finlandia pada 14 hingga 21 Agustus. Sang adik, Sam, sempat mencuri perhatian ketika melakoni debut Test bersama Australia pada usia 19 tahun melawan India di Boxing Day Test 2024, di mana ia melakukan pukulan ramp tiga kali dalam satu over ke arah Jasprit Bumrah.
Berbeda dengan adiknya yang sudah berkiprah di level internasional, Billy bermain di grade cricket Sydney sembari menjalani pekerjaan sehari-hari sebagai pelatih kriket sekaligus fisioterapis.
Billy tidak sendirian sebagai pemain berdarah Yunani-Australia dalam skuad ini. Ada pula Blake Faunce, all-rounder leg-spin berusia 21 tahun yang pernah tampil di level usia perwakilan Australian Capital Territory. Federasi Kriket Hellenic (HCF) juga disebut telah berbincang dengan Blake Nikitaras, 26 tahun, yang punya pengalaman kriket kelas satu bersama New South Wales dan Big Bash untuk Sydney Thunder. Menariknya, ayah Nikitaras, Steve, dulu juga mengawali dan menutup karier profesionalnya dengan membela tim nasional Yunani.
Satu nama lain yang tengah dijajaki adalah Peter Hatzoglou, pemain berdarah Yunani berusia 27 tahun. Sayangnya, ia belum memenuhi syarat untuk dipilih saat ini. Kehadirannya bisa menjadi tambahan berharga mengingat pengalaman franchise format pendek yang ia miliki, termasuk di The Hundred, Big Bash, hingga Pakistan Super League. Untuk saat ini, kemungkinan Nikitaras maupun Hatzoglou tersedia masih tipis, namun peluang bisa terbuka jika Yunani berhasil melewati kualifikasi sub-regional Eropa grup C yang diikuti 10 tim.
Keputusan Yunani memanfaatkan diaspora Australia yang besar — lebih dari 400 ribu orang di negara itu memiliki keturunan Yunani — mengingatkan pada langkah Italia. Tim Azzurri baru saja tampil di Piala Dunia T20 perdana mereka tahun ini setelah melewati kualifikasi sub-regional. Tak satu pun pemain skuad Italia di turnamen tersebut lahir di negara itu, dan mereka memilih lima pemain Australia-Italia, termasuk dua pasang kakak-beradik dari keluarga Manenti dan Mosca.
Meski begitu, sejumlah figur senior di federasi Yunani menegaskan kepada BBC Sport bahwa mereka akan bersikap hati-hati dalam proses integrasi pemain berdarah Yunani asal Australia seperti Konstas. Kancah kriket Yunani sebagian besar berpusat di pulau Corfu, tempat olahraga ini sudah dimainkan selama lebih dari dua abad. Membina talenta lokal dengan jalur menuju tim nasional dipandang sebagai prioritas utama.
Sekitar dua pertiga skuad yang diasuh pelatih Tim Dellor untuk kualifikasi Eropa di Finlandia justru lahir di Yunani. Rombongan mereka juga menyertakan dua pemain yang berbasis di Inggris, yakni Dimitrios Triandafillithis dan Christodoulos Bogdanos, yang keduanya bermain kriket klub di Yorkshire.
Perjalanan Yunani untuk melewati rintangan pertama kualifikasi Piala Dunia T20 tidak akan mudah. Mereka tergabung dalam grup bersama Jerman yang difavoritkan. Di pul yang sama juga ada Portugal, yang bakal diperkuat all-rounder veteran mantan pemain Australia Moises Henriques, yang lahir di Madeira. BBC Sport memahami Portugal juga berpeluang memanggil batter pembuka Ricardo Vasconcelos, tergantung komitmennya bersama Northamptonshire.





