LayarSkor
Utama

Juara Panjat Tebing Eropa Max Milne Kunci Impian Emas Olimpiade LA 2028

Fandi Saputra · 21 Juli 2026 pukul 08.26 · Sumber: The Bbc

Juara Panjat Tebing Eropa Max Milne Kunci Impian Emas Olimpiade LA 2028

Kemenangan besar di Barcelona akhir pekan lalu membuat Max Milne semakin percaya diri. Pemanjat tebing berusia 25 tahun asal Aberdeen itu kini resmi menyandang gelar juara boulder Eropa, sebuah tonggak penting dalam kariernya. Namun ambisinya tak berhenti di situ; matanya sudah tertuju penuh ke Olimpiade Los Angeles 2028.

"Ini beberapa hari yang gila," ujarnya kepada BBC Radio Scotland. "Memenangkan kompetisi itu, lalu Spanyol juara Piala Dunia. Pestanya belum benar-benar berhenti." Milne mengaku hasil-hasilnya di masa lalu sudah menunjukkan potensi besar yang ia miliki. "Sekarang saya menemukan ritme yang bagus dan saya sudah menetapkan target-target saya," katanya.

Target utamanya jelas: LA 2028. Panjat tebing sempat menjadi cabang percobaan di Tokyo 2020, dengan boulder, lead, dan speed climbing digabung menjadi satu. Pada Paris 2024, speed dipisah menjadi nomor medali tersendiri, sementara boulder dan lead masih disatukan. Di California dua tahun mendatang, ketiga disiplin itu akan menjadi tiga nomor terpisah.

"Akan ada lebih banyak spesialis, kamu bisa berlatih untuk satu disiplin saja, dan itu akan menaikkan levelnya," jelas Milne. "Harus bertanding di ketiganya sekaligus sangat sulit bagi saya. Sekarang saya cuma perlu melakukan apa yang saya nikmati, dan itu jauh lebih menyenangkan."

Dengan hanya 12 tempat tersedia di nomor boulder putra LA 2028, Milne sadar persaingannya akan sengit. "Akan ketat," akunya, sebelum menambahkan, "Olimpiade akan berarti segalanya. Waktu kecil, sebelum saya mengenal panjat tebing, saya biasa berlatih di halaman, lompat jauh, lempar lembing pakai ranting. Sekarang panjat tebing masuk Olimpiade, dan itu membuka kembali mimpi itu."

Bouldering sendiri adalah olahraga yang menuntut kecepatan dan pengambilan keputusan cepat. Tanpa tali maupun harness, atlet memanjat jalur-jalur pendek nan sulit dengan mengandalkan keseimbangan, teknik, kekuatan, dan kemampuan memecahkan masalah. Tujuannya mencapai puncak sebanyak mungkin jalur dengan percobaan sesedikit mungkin dalam batas waktu yang diberikan.

Pegangan yang ditandai sebagai zona ikut menentukan skor akhir. Di Paris 2024, 25 poin diberikan untuk mencapai pegangan puncak dalam satu percobaan, yang disebut flash. Sepuluh poin diberikan untuk berhasil menguasai pegangan zona tertinggi, lima poin untuk pegangan zona pertama, dan 0,1 poin dikurangi untuk setiap percobaan gagal sebelum berhasil menguasai pegangan. Pemanjatan dilakukan di ketinggian rendah di atas matras, meski Milne mengakui, "sering saya justru mendarat dengan kepala dari ketinggian lima meter".

Rekomendasi

Berita Bola Lainnya

Semua berita →