LayarSkor
Utama

Kisah Stuart Burt, Hakim Garis Asal Kingsthorpe yang Terpukau di Piala Dunia

Dewangga Saputra · 24 Juli 2026 pukul 22.48 · Sumber: The Bbc

Kisah Stuart Burt, Hakim Garis Asal Kingsthorpe yang Terpukau di Piala Dunia

Bertugas sebagai ofisial di Piala Dunia FIFA ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Stuart Burt. Hakim garis asal Northampton itu menggambarkan pengalamannya sebagai sesuatu yang benar-benar membuatnya terpana.

Burt turun di empat pertandingan sepanjang turnamen, salah satunya laga fase grup antara Norwegia melawan Prancis. Ia mengaku sempat termenung saat melangkah ke lapangan. "Ketika berjalan keluar, kamu melihat sekeliling dan bertanya-tanya bagaimana bisa anak dari Kingsthorpe sampai di sini," ujarnya.

Perjalanan karier pria 46 tahun ini dimulai pada 1996. Ia kemudian menapaki jalur sebagai hakim garis di Football League sebelum akhirnya menembus Premier League, kompetisi yang kini ia jalani untuk musim ke-17. Tahun lalu, Burt mencatatkan diri sebagai salah satu dari hanya empat ofisial yang pernah mengawal 500 pertandingan Premier League. Piala Dunia musim panas ini menjadi turnamen keduanya setelah edisi Qatar 2022.

"Kamu memang sempat menikmati suasananya, tetapi begitu melewati garis putih, semuanya berubah menjadi mode kerja dan waktunya fokus," kata Burt. Selama bertugas, ia berpasangan dengan sesama ofisial Inggris, Michael Oliver dan James Mainwaring.

Burt bermarkas di Miami bersama sekitar 170 ofisial lain sepanjang turnamen. "Ini pengalaman yang surealis. Selama 45 hari, itu waktu terlama saya jauh dari rumah, tapi luar biasa. Perasaan yang menakjubkan," tuturnya.

Di fase grup, ia menjaga garis pada laga Ekuador melawan Pantai Gading serta Norwegia kontra Prancis. Meski Norwegia mengistirahatkan sejumlah bintangnya, termasuk Erling Haaland, Burt tetap terkesan dengan permainan tim Prancis yang ia sebut menakjubkan.

Salah satu tantangan terberatnya adalah mengimbangi kecepatan Kylian Mbappe. "Kamu mulai dari posisi diam, sementara Mbappe sudah melesat menembus pertahanan, dan kamu berpikir 'sekarang aku harus mengejarnya'. Di situlah hasil latihan diuji. Tapi bukan pemandangan yang menyenangkan melihatnya berlari menjauh sementara kamu harus mengejar," ceritanya sambil tertawa.

Burt juga bertugas di laga babak 16 besar antara Kanada dan Maroko, serta perempat final yang mempertemukan Belgia dengan Spanyol, tim yang akhirnya keluar sebagai juara. Baginya, laga Spanyol yang digelar di SoFi Stadium, Los Angeles, menjadi momen paling berkesan.

"Itu stadion paling menakjubkan yang pernah saya kunjungi seumur hidup. Saya sampai teringat pertandingan pertama saya sebagai wasit dan bertanya-tanya, bagaimana saya bisa sampai di titik ini?" pungkasnya.

Rekomendasi

Berita Bola Lainnya

Semua berita →